::: SIMAK BERBAGAI INFO SEPUTAR NU KABUPATEN KENDAL DI WEBSITE INI ::: PENYAMPAIAN KRITIK, SARAN, INFORMASI,PENGIRIMAN BERITA, ARTIKEL DAN PEMASANGAN IKLAN, HUBUNGI EMAIL : PCNUKENDAL@GMAIL.COM :::

Tradisi Nempur Dalam Zakat Fithrah

pcnu kendal Bahtsul Masail Komentar: 0 Dibaca: 1009 Kali

Jawaban Terhadap Ustad Abdul Somad

Oleh : Mohammad Danial Royyan, ketua PCNU Kendal

  • Permasalahan

Ustad abdul somad dalam ceramah yang viral di media sosial mengatakan, bahwa pelaksanaan zakat fitrah dengan uang lalu digunakan untuk “nempur” (membeli) beras, lalu beras yang ditempur itu diserahkan sebagai zakat fithrah. Kemudian beras itu ditempur lagi oleh muzakki kedua, muzakki ketiga, muzakki keempat dan seterusnya. Sementara berasnya hanya 1 baskom, itu hukumnya tidak boleh. “Tidak boleh muzakki dari rumah bawa uang lalu beli beras di amil. Dan beras itu dijual berkali-kali. Muter terus, padahal beras itu haknya fakir miskin kok dijual. Kalau amilnya juragan beras dalam jumlah yang besar ya boleh.” begitu kata dia dalam video youtube.

  • Pertanyaan :
  1. Apakah boleh muzakki dari rumah membawa uang lalu menempur beras untuk membayar zakat fithrah?.
  2. Apakah beras satu porsi zakat fithrah boleh dijual berkali-kali kepada banyak muzakki?
  • Jawaban :
  1. Zakat fithrah menurut madzhab

Syafii harus dengan bahan makanan pokok lokal (qutul balad), yaitu beras bagi penduduk Indonesia. Tidak boleh zakat fithrah dengan uang menurut madzhab tersebut. Kalau muzakki membawa uang dari rumah, maka harus menempur beras dulu dengan uang itu, lalu beras itu diserahkan sebagai zakat fithrah.

  1. Satu porsi zakat fithrah yang berada dalam satu baskom dijual berkali-kali kepada banyak muzakki hukumnya dirinci sebagai berikut :
  1. apabila yang menjual beras tersebut adalah mustahiq zakat, yang menerima zakat fithrah secara langsung dari muzakki, maka hukumnya boleh, karena zakat fithrah yang diserahkan kepada mustahiq telah menjadi hak miliknya dan dia memiliki hak tasarruf sesuai yang dia kehendaki.
  2. apabila yang menjualnya itu amil atau panitia maka hukumnya boleh juga, tetapi ketika akan didistribusikan sebagai zakat fithrah kepada fuqoro’ dan masakin maka uang itu harus sudah berupa beras. Tetapi menurut qoul dloif dalam madzhab diperbolehkan pendistribuan dalam bentuk uang kepada mustahiqqiin.

Di lingkungan warga NU sejak dulu sudah ada tradisi “nempur” tersebut dalam pelaksanaan zakat fithrah.

Seorang Kiai dianggap mustahiq zakat fithrah oleh masyarakat karena dia telah berjuang mengajarkan ilmu-ilmu agama Islam, dengan mengkategorikannya sebagai golongan “Sabilillah” sebagaimana pendapat ahli fiqih kontemporer, Prof. DR. Syekh Wahbah Al -Zuhaily dalam kitab Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuhu juz 10 hal 7930.

Semoga saja apa yang dikatakan UAS itu bukan serangan terhadap tradisi NU yang dimungkinkan merupakan titipan dari kekuatan tertentu yang tidak suka kepada NU.

 

  • Referensi :

١. ﺍﺧﺘﻠﻒ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺳﻠﻔﺎً ﻭﺧﻠﻔﺎً ﻓﻲ ﺣﻜﻢ ﺇﺧﺮﺍﺝ ﺍﻟﻘﻴﻤﺔ ﻓﻲ ﺯﻛﺎﺓ ﺍﻟﻔﻄﺮ ﻋﻠﻰ ﻗﻮﻟﻴﻦ ﻣﺸﻬﻮﺭﻳﻦ : ﺫﻫﺐ ﺟﻤﻬﻮﺭ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺎﻟﻜﻴﺔ ﻭﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﻭﺍﻟﺤﻨﺎﺑﻠﺔ ﺇﻟﻰ ﺃﻧﻪ ﻳﻠﺰﻣﻪ ﺇﺧﺮﺍﺟﻬﺎ ﻣﻦ ﻗﻮﺕ ﺑﻠﺪﻩ ﻭﻻ ﻳﺠﺰﺋﻪ ﺇﺧﺮﺍﺝ ﺍﻟﻘﻴﻤﺔ. ﻭﺍﺳﺘﺪﻝ ﺍﻟﺠﻤﻬﻮﺭ : ﺑﺄﻥ ﻫﺬﺍ ﻫﻮ ﺍﻟﺬﻱ ﻭﺭﺩ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺍﻟﻨﺒﻮﻳﺔ، ﻭﺯﻛﺎﺓ ﺍﻟﻔﻄﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺍﺕ ﻭ ﺍﻷﺻﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺍﺕ ﺍﻟﺘﻮﻗﻴﻒ ﻓﻴﺠﺐ ﺍﻟﻮﻗﻮﻑ ﻋﻨﺪ ﺣﺪﻭﺩ ﺍﻟﻨﺺ، ﻭﺍﻟﺪﺭﺍﻫﻢ ﻭﺍﻟﺪﻧﺎﻧﻴﺮ ﻛﺎﻧﺖ ﻣﻮﺟﻮﺩﺓ ﻓﻲ ﻋﺼﺮ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﻟﻢ ﻳﻨﺺ ﻋﻠﻴﻬﺎ. ﻭﻳﺠﻮﺯ ﺇﺧﺮﺍﺝ ﻣﺎ ﻳﺴﺎﻭﻱﺫﻟﻚ ﻧﻘﺪﺍً ﻟﻠﻤﺴﺎﻛﻴﻦ، ﻭﻫﻮ ﺟﺎﺋﺰٌ ﻓﻲ ﻣﺬﻫﺒﻲ ْﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻭﺍﻟﺤﻨﻔﻲ، ﺃﻣﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺬﻫﺐ ﺍﻟﺤﻨﺒﻠﻲ ﻭﺍﻟﻤﺎﻟﻜﻲ ﻓﻼ ﻳﺠﻮﺯ ﺇﺧﺮﺍﺟُﻬﺎ ﻧﻘﺪﺍً، ﺃﻣﺎ ﻓﻲ ﻣﺬﻫﺐ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﻓﻘﺪ ﺟﻌﻞ ﺇﺧﺮﺍﺟَﻬﺎ ًﻧﻘﺪﺍ ﺟﺎﺋﺰﺍً، ﺑﺸﺮﻁ ﻭﺟﻮﺩ ﺣﺎﺟﺔ ﺃﻭ ﻣﺼﻠﺤﺔ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ.

٢. ﺭﺳﺎﻟﺔ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﺗﺄﻟﻴﻒ ﻛﻴﺎﻫﻲ ﺍﺣﻤﺪ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺤﻤﻴﺪ ﺍﻟﻘﻨﺪﺍﻟﻲ ﺹ ٥٤ :ﺯﻛﺎﺓ ﻓﻄﺮﺓ ﻓﻮﻧﻴﻜﺎ ﺭﻭﻓﻲ ﺑﺮﺍﺱ (ﻗﻮﺕ ﺑﻠﺪﻩ)، ﺳﺎﺑﻦ٢ ﺗﻴﺎﻍ ﻛﺎﻟﻴﻪ ﻛﻴﻠﻮ ﺳﺘﻐﺎﻩ (ﺑﻮﺗﻦ ﻛﻴﻐﻴﻎ ﺭﻭﻓﻲ ﺍﺭﻃﺎ، ﻛﻴﻐﻴﻎ ﺍﺭﻃﺎ ﺍﻧﺎﻏﻴﻎ ﻛﺪﺍﻩ ﺩﻳﻔﻮﻥ ﺗﻤﻔﻮﺭﺍﻛﻦ ﺑﺮﺍﺱ ﻻﻏﻜﻮﻍ ﺭﻭﻣﻴﻴﻦ).

٣.ﺍﻟﻔﻘﻪ ﺍﻻﺳﻼﻣﻲ ﻭﺍﺩﻟﺘﻪ ﺍﻟﺠﺰﺀ ﺍﻟﻌﺎﺷﺮ ﺹ ٧٩٣٠: ﺍﻥ ﻣﺼﺮﻑ “ﺳﺒﻴﻞ ﺍلله” ﻳﺮﺍﺩ ﺑﻪ ﺍﻟﺠﻬﺎﺩ ﺑﻤﻌﻨﺎﻩ ﺍﻟﻮﺍﺳﻊ ﺍﻟﺬﻱ ﻗﺮﺭﻩ ﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ ﺑﻤﺎ ﻣﻔﺎﺩﻩ ﺣﻔﻆ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻭﺍﻋﻼﺀ ﻛﻠﻤﺎﺕ ﺍلله ﻭﻳﺸﻤﻞ ﻣﻊ ﺍﻟﻘﺘﺎﻝ ﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ﺍﻟﻰ ﺍﻻﺳﻼﻡ ﻭﺍﻟﻌﻤﻞ ﻋﻠﻰ ﺗﺤﻜﻴﻢ ﺷﺮﻳﻌﺘﻪ ﻭﺩﻓﻊ ﺍﻟﺸﺒﻬﺎﺕ ﺍﻟﺘﻲ ﻳﺜﻴﺮﻫﺎ ﺧﺼﻮﻣﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺻﺪ ﺍﻟﺘﻴﺎﺭﺍﺕ ﺍﻟﻤﻌﺎﺩﻳﺔ ﻟﻪ.


Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *