::: SIMAK BERBAGAI INFO SEPUTAR NU KABUPATEN KENDAL DI WEBSITE INI ::: PENYAMPAIAN KRITIK, SARAN, INFORMASI,PENGIRIMAN BERITA, ARTIKEL DAN PEMASANGAN IKLAN, HUBUNGI EMAIL : PCNUKENDAL@GMAIL.COM :::

PC LPBI NU Kendal Akan Latih Siswa Sekolah Siaga Bencana

admin2 Berita,Berita Umum Komentar: 0 Dibaca: 269 Kali

Kaliwungu, pcnukendal.id – PC Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU (LPBI NU) Kendal akan mengadakan Pelatihan Sekolah Siaga Bencana. Kegiatan itu akan dilaksanakan di lapangan desa Jerukgiling Kaliwungu Selatan, 26 hingga 28 September mendatang. Sekitar 30 siswa dari SMK NU 05 Kaliwungu Selatan bakal menjadi peserta kegiatan tersebut.

Supari, selaku Penanggung Jawab Kegiatan mengatakan, pelatihan kebencanaan di tujukan untuk memberi pemahaman dan keterampilan pada siswa. “Sehingga mereka bisa sadar dan waspada terhadap potensi bencana, syukur bisa tergerak menjadi relawan saat terjadi bencana”, ucapnya.

Muhammad Khafidin, Ketua PC LPBI NU Kendal menyambut baik kegiatan ini. Khafidin menjelaskan, tahapan kegiatan tersebut dimulai dari sekolah yang memenuhi dua kriteria utama Sekolah Siaga Bencana. Yaitu kesiapsiagaan nonstruktural dan kesiapsiagaan struktural atau fisik sekolah.

“Kesiapsiagaan nonstruktural terdiri dari lima parameter. Pertama, pengetahuan tentang fenomena gempa dan tsunami, dan kesiapsiagaan untuk mengurangi resiko bencana, harus masuk dalam kurikulum sekolah. Kedua, kebijakan sekolah secara tertulis berkaitan dengan kesiapsiagaan mengantisipasi bencana. Ketiga, rencana dan tindakan untuk merespon kondisi darurat bencana untuk semua komponen baik sekolah, guru maupun siswa, peralatan dan bahan dalam kondisi yang baik dan siap dioperasikan jika sewaktu-waktu akan terjadinya bencana. Keempat, sistem peringatan bencana, peralatan dan prosedur tetap (SOP), termasuk tanda atau bunyi peringatan dan mekanisme pelaksanaan untuk peringatan, pembatalan peringatan dan tanda keadaan sudah aman dan sosialisasinya pada komunitas sekolah. Kelima,  meningkatkan kemampuan memobilisasi sumber daya, termasuk gugus atau kelompok siaga bencana, pelatihan dan penyediaan materi dan bahan serta peralatan yang diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekolah”, jelasnya.

“Sedangkan kesiapsiagaan dari aspek struktural diindikasikan dari kondisi fisik sekolah yang harus memenuhi standar bangunan tahan gempa dan tsunami, mempunyai sarana fisik khususnya untuk penyelamatan diri dan evakuasi, termasuk pintu atau tangga keluar meliputi jumlah, ukuran dan kualitas, serta jalur-jalur evakuasi dan meja belajar yang kuat”, tambahnya. (Khafidin/Mufty)


Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *